top of page

Dalam Versi yang Lebih Baik

  • Gambar penulis: Widya Sylvana Putri
    Widya Sylvana Putri
  • 18 Okt 2025
  • 1 menit membaca

Diperbarui: 10 Agu



"Lancar barokah, ya!"


Seruan itu menggema. Tidak hanya di telinga, tetapi juga di dalam pikiran. Bersamaan dengannya, sosokmu kian mengecil dan menghilang di ujung lorong sana. Barulah aku tersadar, hari itu adalah hari terakhir kita bertemu. Hari kelulusan yang seharusnya menjadi saat yang paling membahagiakan, justru teredam dengan perasaan takut kehilangan. Tanpa sadar, pandanganku memburam. Ujung mata yang telah tergambar garis hitam tajam, perlahan dihadiri titik air. Belum sempat tetes pertamanya jatuh, seseorang mengusap bahuku pelan. "Ikhlasin, 'kan janjinya mau ketemu dalam versi yang lebih baik?" ujar Felis, seorang teman. Ah, benar juga. Sungguh gegabah bila berpikir ingin memilikimu dengan segala kekuranganku ini. Sangat gegabah bila ingin bersama dalam ikatan yang tidak dibenarkan dalam agamaku yang suci. Aku sadar, ini semua salahku. Terpilih menjadi bagian OSIS, harusnya menjadi sebuah kesempatan, untuk berkembang, untuk menambah relasi dan pengalaman. Bukannya malah menaruh hati padamu, sang rekan yang dipilih untuk membantu. Namun, tidak pernah ada rasa sesal yang datang. Justru, banyak hal hadir untuk mengajarkan. Tentang pentingnya mengikhlaskan alih-alih memaksakan. Tentang pentingnya tabah alih-alih gegabah. Terima kasih sudah datang. Hadirmu memberi arti tentang bagaimana melepaskan tanpa kehilangan makna dalam setiap takdir yang ditulis Tuhan.


Ditulis oleh Charlieta Mutiara Azhra

Postingan Terakhir

Lihat Semua
Pengingat Mutlak

Waktu adalah hal yang mutlak. Tidak bisa diubah dan dikembalikan. Dulu, mungkin belajar seakan-akan tidak penting atau bahkan hanya sebatas buang-buang waktu saja. Waktu memang tidak mengingatkan , te

Ā 
Ā 
Ā 
Nikmat yang Dekat

Terkadang manusia selalu mengeluh lelah, tetapi lupa telah diberi waktu istirahat. Mereka selalu melihat pencapaian orang lain, tetapi lupa apa yang mereka telah raih. Mereka haus kasih sayang, tetapi

Ā 
Ā 
Ā 
Akhir yang Berbeda

Aku pernah mengulang hal yang sama, padahal tahu kalau hal itu salah. Namun, ada sesuatu yang membuatku tetap bertahan, seolah berharap akhir yang berbeda. Kini aku sadar, beberapa hal memang diciptak

Ā 
Ā 
Ā 

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bottom of page