Ujian dan Kekuatan
- Widya Sylvana Putri
- 31 Jan
- 1 menit membaca
Saya selalu melihat sejauh mana saya berjalan, melihat banyak hal apa saja yang telah terjadi pada saya kemarin, dan di saat itulah saya akan menyadari pada hal penting yang selalu dilupakan. Bahwa ketika saya berada di titik tak sanggup untuk berpikir, saya mengingat cambukan keras pernah melukai jiwa alam bawah sadar saya. Lalu, Sang Pemilik Waktu akan menyadarkan betapa egois saya tak mau menunggu jawaban yang pasti tentang goresan ini. Ketika selesai sarapan di hari libur saya tak akan berpaling dari kursi. Dan saya akan tetap duduk bersama ibu dan mengutarakan kesulitan saya. Wanita dengan mata bercincin abu itu selalu sanggup membuat saya menguji dan saya sungguh akan sadar setelahnya. Begitu pun sekarang, saya akan duduk termenung dan memikirkan banyak hal seperti kebiasaan. Jikalau Sang Pengasih tak memilih ini pada saya, maka saya tak akan duduk di depan jalan saya. Saya pernah rusak seperti robohnya kota tua, lalu reruntuhan itu saya bangun istana baru dengan tangan penuh luka dan hati yang tak lagi takut.
Komentar