<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title><![CDATA[widyasjournal]]></title><description><![CDATA[Karya Sastra, Ekspresi Jiwa Penulis]]></description><link>https://widyasylvanaputri.wixsite.com/widyasjournal/blog</link><generator>RSS for Node</generator><lastBuildDate>Thu, 03 Sep 2026 13:53:27 GMT</lastBuildDate><atom:link href="https://widyasylvanaputri.wixsite.com/widyasjournal/blog-feed.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title><![CDATA[Ujian dan Kekuatan]]></title><description><![CDATA[Saya selalu melihat sejauh mana saya berjalan, melihat banyak hal apa saja yang telah terjadi pada saya kemarin, dan di saat itulah saya akan menyadari pada hal penting yang selalu dilupakan. Bahwa ketika saya berada di titik tak sanggup untuk berpikir, saya mengingat cambukan keras pernah melukai jiwa alam bawah sadar saya. Lalu, Sang Pemilik Waktu akan menyadarkan betapa egois saya tak mau menunggu jawaban yang pasti tentang goresan ini. Ketika selesai sarapan di hari libur saya tak akan...]]></description><link>https://widyasylvanaputri.wixsite.com/widyasjournal/post/ujian-dan-kekuatan</link><guid isPermaLink="false">6a6f7c00bca6fdcb434d8a6b</guid><pubDate>Fri, 30 Jan 2026 17:00:00 GMT</pubDate><dc:creator>Widya Sylvana Putri</dc:creator></item><item><title><![CDATA[Menjumpai Sebagian]]></title><description><![CDATA[Keyakinan bahwa tak semua selamanya sama. Saya terbiasa menjumpai pertemuan relatif singkat untuk hal-hal yang tak diharapkan. Mengukur dengan keraguan fakta yang saya anggap berbeda. Lalu, saya akan menilai bahwa hal itu tak bisa saya terima, walau seseorang memaksanya untuk terlibat. Dan saya akan terbawa dengan lonceng waktu yang membersamai kedekatan tak terduga. Pertengkaran sengit bahkan tak bisa dihindarkan, lalu yang lain akan kembali pada masanya. Kemudian interaksi tak terduga...]]></description><link>https://widyasylvanaputri.wixsite.com/widyasjournal/post/menjumpai-sebagian</link><guid isPermaLink="false">6a66412b1f684d97f845852b</guid><pubDate>Wed, 31 Dec 2025 17:19:09 GMT</pubDate><dc:creator>Widya Sylvana Putri</dc:creator></item><item><title><![CDATA[Pengingat Mutlak]]></title><description><![CDATA[Waktu adalah hal yang mutlak. Tidak bisa diubah dan dikembalikan. Dulu, mungkin belajar seakan-akan tidak penting atau bahkan hanya sebatas buang-buang waktu saja. Waktu memang tidak mengingatkan , tetapi waktu memberi pelajaran. Seiring berjalannya waktu barulah diketahui bahwa belajar itu adalah utamanya. Walaupun tidak bisa diubah ataupun dikembalikan, tetapi kita bisa merencanakan dan memiliki niat yang kuat dalam belajar. Sehingga tidak ada waktu yang disesali di kemudian hari. Ditulis...]]></description><link>https://widyasylvanaputri.wixsite.com/widyasjournal/post/pengingat-mutlak</link><guid isPermaLink="false">6a6797b735380d3132b96d37</guid><pubDate>Wed, 29 Oct 2025 17:00:00 GMT</pubDate><dc:creator>Widya Sylvana Putri</dc:creator></item><item><title><![CDATA[Nikmat yang Dekat]]></title><description><![CDATA[Terkadang manusia selalu mengeluh lelah, tetapi lupa telah diberi waktu istirahat. Mereka selalu melihat pencapaian orang lain, tetapi lupa apa yang mereka telah raih. Mereka haus kasih sayang, tetapi lupa perasaan yang telah diterima. Padahal, mereka mungkin lelah, tetapi masih ada waktu untuk beristirahat. Mereka mungkin cemburu dengan hasil orang lain, tetapi masih ada hasil yang telah diraihnya. Mereka mungkin menginginkan kasih sayang lebih, tetapi masih ada perasaan yang diterima....]]></description><link>https://widyasylvanaputri.wixsite.com/widyasjournal/post/nikmat-yang-dekat</link><guid isPermaLink="false">6a67985765a8c8dd285d95d2</guid><pubDate>Wed, 29 Oct 2025 17:00:00 GMT</pubDate><dc:creator>Widya Sylvana Putri</dc:creator></item><item><title><![CDATA[Akhir yang Berbeda]]></title><description><![CDATA[Aku pernah mengulang hal yang sama, padahal tahu kalau hal itu salah. Namun, ada sesuatu yang membuatku tetap bertahan, seolah berharap akhir yang berbeda. Kini aku sadar, beberapa hal memang diciptakan hanya untuk singgah, dan beberapa kesalahan justru hadir agar aku belajar menerima tanpa penyesalan. Lalu, melangkah lagi dengan hati yang lebih terang dan menjadikannya sebuah pembelajaran. Ditulis oleh Revalina Nugiestya]]></description><link>https://widyasylvanaputri.wixsite.com/widyasjournal/post/akhir-yang-berbeda</link><guid isPermaLink="false">6a67972965a8c8dd285d918a</guid><pubDate>Tue, 28 Oct 2025 17:00:00 GMT</pubDate><dc:creator>Widya Sylvana Putri</dc:creator></item><item><title><![CDATA[Seandainya]]></title><description><![CDATA[Aku terduduk lemas mendengar kabarmu yang didorong dari gedung sekolah. Hanya satu kata yang terus terngiang di dalam kepalaku. "Kenapa?". Kenapa kamu bertingkah seakan-akan semua baik-baik saja selama ini? Aku benci memandang senyumanmu yan terlihat sangat tulus. Meskipun aku sering membentakmu, menyalahkanmu, kamu selalu menanggapinya dengan positif. Kenapa?. Aku tidak pernah bersikap baik padamu. Aku tidak pernah tersenyum padamu, bahkan melirikmu pun aku tidak sudi. Dan itu semua...]]></description><link>https://widyasylvanaputri.wixsite.com/widyasjournal/post/seandainya</link><guid isPermaLink="false">6a67963cb59210289e95ca6b</guid><pubDate>Fri, 24 Oct 2025 17:00:00 GMT</pubDate><dc:creator>Widya Sylvana Putri</dc:creator></item><item><title><![CDATA[Selagi Ada]]></title><description><![CDATA[Kabar buruknya, hidup hanya sementara. Hargailah tiap waktumu, sayangi mereka yang berharga, sayangilah selagi masih ada, sebelum mereka pergi tanpa kau sadari. Ungkapkanlah, ucapkan, lakukan, hal-hal baik yang termangu dalam benakmu. Jangan takut, kuatkan dirimu, yakinlah kau pasti bisa. Kabar baiknya, hidup hanya sementara. Banyak masalah cobaan memukul keras diri yang lemah, memojokkanmu sampai tepi jurang. Lawan! Menyerah? Berhenti? Mengakhiri hidup takkan mengakhiri masalahmu, justru kau...]]></description><link>https://widyasylvanaputri.wixsite.com/widyasjournal/post/selagi-ada</link><guid isPermaLink="false">6a679558388acffd1e3bd1a1</guid><pubDate>Thu, 23 Oct 2025 17:00:00 GMT</pubDate><dc:creator>Widya Sylvana Putri</dc:creator></item><item><title><![CDATA[Dalam Versi yang Lebih Baik]]></title><description><![CDATA["Lancar barokah, ya!" Seruan itu menggema. Tidak hanya di telinga, tetapi juga di dalam pikiran. Bersamaan dengannya, sosokmu kian mengecil dan menghilang di ujung lorong sana. Barulah aku tersadar, hari itu adalah hari terakhir kita bertemu. Hari kelulusan yang seharusnya menjadi saat yang paling membahagiakan, justru teredam dengan perasaan takut kehilangan. Tanpa sadar, pandanganku memburam. Ujung mata yang telah tergambar garis hitam tajam, perlahan dihadiri titik air. Belum sempat tetes...]]></description><link>https://widyasylvanaputri.wixsite.com/widyasjournal/post/dalam-versi-yang-lebih-baik</link><guid isPermaLink="false">6a679317b59210289e95bf81</guid><pubDate>Fri, 17 Oct 2025 17:00:00 GMT</pubDate><dc:creator>Widya Sylvana Putri</dc:creator></item><item><title><![CDATA[Jika Waktunya]]></title><description><![CDATA[Jika bercerita tentang dulu, berapa banyak waktu habis tak menentu Jika bercerita tentang saat ini, berapa banyak ekspresi keluar tak bertalu Jika bercerita tentang nanti, berapa banyak emosi sesak terus menggebu Naik bersinar Turun meredup Terang waktu hari Kelam waktu malam Tak jua ceritakan Waktu, ekspresi, emosi 'kan terjaga Hingga tiba kelak waktunya]]></description><link>https://widyasylvanaputri.wixsite.com/widyasjournal/post/jika-waktunya</link><guid isPermaLink="false">6a6655db1f684d97f845bd9a</guid><pubDate>Thu, 07 Oct 2021 18:46:17 GMT</pubDate><dc:creator>Widya Sylvana Putri</dc:creator></item><item><title><![CDATA[Teruntuk Engkau]]></title><description><![CDATA[Riang bunyi tawa, seperti burung mencuit Tulus seulas senyum,  melengkung seperti bulan sabit Kadang.. tak heran jua, melihatnya ketakutan dan bersedih Apakah engkau pernah bertanya? Mereka mengukir kisah tanpa tanya Tak perlu jua engkau ikut mendorong Mereka sudah dahulu terdorong Lemah dianggap jati diri Bergantung dianggap keahlian Bibir terbuka melulu pun sudah biasa Teruntuk engkau yang kian tak berujung Tak juakah engkau siuman? Lalu, mereka bisa apa? Jika yang tersisa, hanyalah luka...]]></description><link>https://widyasylvanaputri.wixsite.com/widyasjournal/post/teruntuk-engkau</link><guid isPermaLink="false">6a66539335380d3132b5a6dd</guid><pubDate>Tue, 20 Apr 2021 17:00:00 GMT</pubDate><dc:creator>Widya Sylvana Putri</dc:creator></item></channel></rss>